Kehidupan adalah ibarat sebuah kapal. Andalah nachodanya.
A thousand miles of a jouney,begin with one step. Sejauh apapun
kita ingin berjalan,selalu harus diawali dengan langkah pertama. Tanpa
itu,kita tidak pernah akan pernah sampai kemanapun.
Begitu juga bila kita ingin mengubah nasib,kita ingin meraih sukses,
kita ingin mewujudkan semua impian kita,menjadi suatu kenyataan, tapi
kita tidak pernah melangkah ,maka semuanya akan menjadi sebuah harapan
kosong. Ibarat membangun rumah diatas kertas.Berpikir itu baik,karena
pikir itu pelita hati. Tetapi orang yang telalu banyak berpikir dan
pertimbangan,biasanya tidak melakukan apapun didalam hidupnya. Maka
tidak heran,bila banyak sarjana menganggur,karena terlalu banyak
berteori,tapi tidak memiliki keberanian untuk bertindak.
Bila kita mau belajar, maka dengan melihat sekeliling ,mata hati kita
akan terbuka. Bahwa sebagian besar orang orang sukses di tanah air
kita,bukanlah orang orang yang menyandang titel berlapis lapis,melainkan
orang orang biasa,yang memiliki tekad yang luar biasa dan berani
mengambil suatu keputusan dalam hidupnya. Setiap keputusan selalu
mengandung dua hal : harapan dan kegagalan. Jadi ada resiko,tetapi kita
harus berani mengambil resiko,jika ingin maju.
Sebuah perahu yang berlayar di samudra harus siap untuk menghadapi badai
dan gelombang, tapi untuk bisa sampai ketempat tujuannya,resiko itu
harus diambil. Perahu yang aman dari resiko adalah yang ditambatkan di
demarga,tetapi semua orang normal pasti tahu,bahwa bukan untuk itu
perahu dibuat.
Semua perubahan diawali dengan pikiran.
Setiap perubahan selalu dimulai dari pikiran. Karena pikiran mendahului prilaku kita.
Semua tehnolog yang ada didunia ini, selalu diawali dari pikiran. Yang
dulunya hanya sebuah impian,sekarang sudah menjadi suatu kenyataan.
Kejadian ini akan terus berkelanjutan,selama dunia terkembang.
Prinsipnya adalah : manusia itu membatasi dirinya sendiri,sesuai dengan
apa yang dapat dijangkau oleh daya pikirnya. Apabila ia percaya ia
bisa,maka ia akan mampu meraihnya. Sebaliknya bila seseorang percaya
bahwa nasibnya memang harus jadi kuli,maka ia akan jadi kuli seumur
hidupnya.
Hukum tabur tuai. Setiap orang menuai apa yang ditaburkannya.
Yang tidak pernah menabur,jangan pernah harap akan menuai. Jika anda
mengharapkan akan memenangkan undian atau lotere kehidupan,maka mungkin
anda perlu hidup seribu tahun.
You are what you think. Anda akan menjadi seperti apa yang anda
pikirkan. Sebuah ungkapan yang mungkin sudah dianggap kuno,tetapi tetap
up to date untuk disimak dan dipraktekkan dalam hidup.
Bila seseorang berpikir bahwa ia akan gagal,maka kegagalan akan jadi
miliknya.Sebaliknya bila ia berpikir ia akan sukses,maka kesuksesan akan
datang. Bila kita berpikir akan jatuh sakit, maka hal itupun akan
terjadi. Kekuatan pikiran akan menghadirkan apa saja yang kita yakini.
Karena itu orang yang selalu mengisi hidupnya dengan keluh kesah dan
yakin bahwa sakitnya tidak bisa tersembuhkan lagi,maka tidak akan ada
lagi yang dapat menyelamatkannya,karena ia sudah memvonis dirinya
sendiri.
Banyak orang yang tidak memahami kekuatan kekuatan yang ada dalam diri
manusia,sejak diciptakan.
Dan selalu berpikir :” Ah,tidak mungkinlah
saya bisa mencapai semuanya itu”
Nah andaikata ,kita sudah terlanjur membiarkan pikiran negatif menguasai
diri ,sudah saatnya untuk mengubahnya,sekarang juga.Langkah awal
adalah:
berhentilah berkeluh kesah.
karena keluh kesah menunjukkan tidak adanya rasa percaya diri.
mengekspresikan keputusasaan
keluh kesah menebarkan energi negatif kepada lingkungan kita/ menciptakan keresahan.
keluh kesah akan melunturkan rasa syukur dan pada akhirnya akan mengikisnya dari hati
ekspresi bahwa kita tidak antusias dalam menghadapi hidup
Langkah langkah yang harus diambil adalah menyiasati pikiran negatif menjadi positif.
Bila anda berpikir :
Saya harus tahu diri,saya bukan sarjana,saya hanya orang kecil yang hidup pas pasan,tidak mungkin saya bisa mengubah hidup saya.
Ubahlah menjadi:
Memang saya bukan sarjana, tapi hal itu tidak merupakan halangan untuk
saya meraih cita cita saya. karena ada banyak orang didunia yang tidak
duduk dibangku kuliah,tapi sukses.
Bila selama ini anda berpegang pada alasan: “Saya sejak dari sononya memang begini,mau apa lagi?”
Ubahlah menjadi :
Saya diberikan akal budi dan kehendak bebas oleh Sang Pencipta,untuk
dapat mengubah hidup saya.Saya yakin dapat mengubah kekurangan saya
,menjadi sebuah kekuatan.
Bila anda berpikir:” Sudah nasib saya begini,ya apa boleh buat”
Ubahlah menjadi :” Nasib itu ada ditangan saya dan tanggung jawab saya.
Tidak seorangpun dapat mengubah nasib saya,kecuali saya sendir. Saya
bertekad untuk mengubah nasib saya mulai dari sejak saat ini. Untuk itu
saya akan berkerja keras dan berdoa ,untuk meraih cita cita hidup saya”
Bila selama ini anda berpendapat:” Saya sudah bisa makan sehari 3 kali,mau apa lagi?”
Kini ubahlah cara berpikir tersebut:” Untuk bisa tetap melanjutkan
kehidupan,saya perlu makan,tetapi saya hidup bukan untuk makan .Saya mau
mengubah hidup saya menjadi lebih baik dan berguna untuk keluarga dan
sesama>”
Atau mungkin anda berpikir:” Saya tidak punya modal,mau bagaimana lagi?”
Anda salah,ada modal yang tidak ternilai dalam diri setiap manusia,
yaitu akal dan budi,serta anggota tubuh. Uang bisa habis dalam sekejab
bila dibelanjakan. Tetapi otak saya akan semakin cerdas,semakin saya
gunakan.
“Saya cuma seorang pegawai kecil”
Jangan lupa,bahwa segala sesuatu yang besar,selalu diawali dengan
sesuatu yang kecil. Orang mulai membangun gedung,selalu diawali dengan
mendirikan fondasi. Tidak mungkin tiba tiba ada bangunan ,tanpa
mengawali dengan fondasi.
Dengan mengubah cara kita berpikir,maka sikap mental kitapun ikut
berubah. Perubahan pada sikap mental,baik langsung ataupun tidak ,akan
mengubah prilaku kita. Maka hidup kita juga akan berubah. Pilihan ada
ditangan anda. Mau berubah atau tidak,adalah sepenuh hak setiap orang.
Salam hangat untuk teman teman semua,
16 Pebruari,2013
Tjiptadinata Effendi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar